Jodipark System Jodipark System Milik Gedung. Bukan Bagi Hasil.

Keresahan Owner

Kalau dilihat dari sudut owner yang ingin punya sistem sendiri.

Bukan sekadar soal software. Lebih sering soal kontrol, uang, data, dan ketergantungan pada vendor.

Ilustrasi: owner ingin menguasai bisnis parkir gedungnya sendiri.
Inti yang sering terungkap

“Kenapa saya harus menyerahkan bisnis parkir saya kepada pihak lain, padahal sistemnya bisa saya miliki sendiri?”

01

Bagi hasil terlalu besar

Pendapatan parkir harus dibagi dengan provider. Padahal parkir adalah aset dan revenue milik gedung. Owner ingin seluruh pendapatan masuk ke perusahaan sendiri.

02

Tidak punya kontrol penuh

Tarif, promo, member, complimentary, blacklist, dan kebijakan operasional sering ditentukan provider. Perubahan kecil pun harus menunggu persetujuan pihak luar.

03

Data dikuasai provider

Data kendaraan, transaksi, member, traffic, dan revenue berada di sistem provider. Owner ingin data menjadi milik gedung dan bisa diakses kapan saja.

04

Takut vendor lock-in

Setelah bertahun-tahun memakai provider, pindah sistem terasa sulit. Ada kekhawatiran database dan konfigurasi tidak bisa dibawa saat kontrak berakhir.

05

Biaya paket provider membengkak

Software, maintenance, perangkat, support, terhitung hingga revenue sharing — dalam jangka panjang total biayanya bisa sangat besar, padahal bisa dipangkas jika menggunakan software mandiri, bukan paket dari provider.

06

Sistem tidak fleksibel

Kebutuhan seperti tarif tenant, karyawan, gratis 2 jam customer, tarif event, membership, promo tenant, tarif berbasis jam, atau QRIS/e-money sering tidak bisa diikuti sistem provider.

07

Complimentary & pengecualian sulit diawasi

Gratis parkir, voucher, atau pengecualian lapangan sering tidak transparan. Owner sulit memastikan setiap keringanan benar-benar sah dan tercatat — bukan kebocoran terselubung.

08

Ekspansi multi-lokasi menambah ketergantungan

Menambah gedung atau area parkir baru sering berarti menambah kontrak dan ketergantungan pada provider, bukan menumbuhkan aset sistem yang dimiliki sendiri.

09

Transparansi revenue kurang

Owner ingin melihat secara real-time: masuk berapa, keluar berapa, pendapatan hari ini, cash, QRIS, e-money, complimentary, dan selisih kas — tanpa menunggu laporan provider.

10

Khawatir kebocoran pendapatan

Alur kendaraan → transaksi → pembayaran → settlement harus bisa diaudit. Tanpa jejak yang jelas, kebocoran sulit dideteksi.

Lihat bagaimana Jodipark System menjawabnya